SELAMAT DATANG

Apa yang anda cari mungkin ada disini, selamat membaca!

Iklan

Tampilkan postingan dengan label Kacer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kacer. Tampilkan semua postingan

UPDATE KICAUMANIA

Setelah sekian lama tidak update blog ini, saya coba menyapa pembaca yg menemukan blog ini, entah nyasar atau memang sesuai kata kunci. Lama pula saya tidak melihat pasar burung atau dunia kicaumania. Mungkin mulai saat ini, saya coba kembali menekuni dunia burung kicauan, walaupun berita yang saya dapatkan dewasa ini agak mengherankan. Terutama harga Kacer Lampung ( Kacer Dada Putih ) yang melejit mengalahkan kacer lokal. Ada yang bilang kacer lokal sering "mbedesi" kalau ketemu lawan kacer lampung. Sebenarnya saya sangat tidak setuju dengan pendapat tersebut, karena sebelumnya saya telah mempunyai pedoman tersendiri terkait kacer bermental tanding yang bagus. Tetapi tidak bisa disangkal, masing-masing jenis memiliki karakter sendiri-sendiri pada warna kicaunya, dimana kacer lokal cenderung melengking sedangkan kacer lampung memiliki suara yang keras ( tebal ). Ada juga berita yang mengejutkan, yaitu popularitas burung "perci" yang meningkat, entah di tempat lain namanya burung apa. Ada yang bilang namanya "sirpu alas", karena memang mirip sirpu kuning hanya saja makanannya buah-buahan seperti pisang dan pepaya. Seberapa populerkah? di kota Jombang, burung ini ada kelas lombanya dan yang pernah juara bisa laku hingga jutaan rupiah. Cukup aneh juga, dimana harga beli burung perci sangat murah sekali, tetapin kalau juara, harga jualnya bisa menguras kantong. Walaupun ada sebuah opini kalau tidak merawat sejak anakan, tidak akan "jadi". Yang membuat saya sedikit heran tetapi membuat saya termotivasi adalah soal burung "Gelatik Watu". Sekarang memiliki nilai jual yg lumayan. Kata teman saya, kalau sudah jadi, bisa laku 100 ribu perak untuk dijadikan burung "masteran". Padahal menurut saya kicau burung Glatik Watu sepertinya tidak cocok buat masteran walaupun memang warna kicaunya memiliki kicau yang khas. Saya sendiri sudah punya 2 kali pengalaman merawat Glatik Watu dan semuanya berhasil. Burungnya jadi super jinak tapi garang. Jinak dalam artian tidak takut manusia dan garang ketika tangan mencoba mendekat. Demikian celoteh kali ini, tunggu kabar dari say berikutnya. Insya Allah saya akan berbagi pengalaman masalah burung yang saya rawat. Salam!

TIPS MEMILIH BURUNG KACER

Saya ingin berbagi pengalaman kepada para pembaca tentang cara memilih burung kacer yang punya mental tanding yang hebat. Ciri-ciri burung kacer yang hebat menurut pengalaman saya ada beberapa point yang harus diperhatikan dan dicermati. Bahkan mungkin, ciri-ciri yang akan saya kemukakan juga berlaku pada burung-burung tertentu. Sebelum saya jelaskan ciri-ciri tersebut, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis burung kacer yang ada di pasaran.

A. BURUNG KACER LOKAL

lokal


Sebutan "Kacer Lokal" mungkin berawal dari pulau jawa karena burung kacer jenis ini memang hidup di daratan pulau jawa terutama wilayah bagian timur. Ciri khas jenis ini adalah mempunyai warna bulu hitam pekat di sekujur tubuh dan garis putih pada sayap serta ekornya. Harga di pasaran terkenal lebih mahal karena populasi burung jenis ini mulai punah bahkan sangat sulit ditemukan lagi.
Habitat asli burung ini sebenarnya berada di wilayah pedesaan atau dekat dengan perkampungan penduduk. Karena terus diburu dan ditangkap, kini mulai jarang terlihat. Kemungkinan besar bermigrasi ke hutan yang jauh dari jangkauan manusia.

B. BURUNG KACER TASIK.

kacer Tasik 


Berdasarkan namanya, kemungkinan jenis ini berasal dari wilayah jawa bagian barat. Ciri khas jenis ini hampir sama dengan jenis lokal.Yang membedakan adalah warna totol-totol putih pada bagian di bawah ekor. Dan biasanya mempunyai nilai jual lebih murah daripada jenis lokal.

C. BURUNG KACER LAMPUNG DAN KALIMANTAN.

kacer Lampung

Sesuai dengan namanya, jenis ini memang berasal dari pulau sumatera dan kalimantan. Ciri khas antara kacer lampung dan kalimantan hampir sama, yaitu mempunyai bulu warna putih dibagian bawah mulai dari pangkal ekor hingga bagian dada. Yang membedakan antara sumatera dan kalimantan yaitu warna putih kacer lampung sebatas dada agak ke bawah sedang kacer kalimantan hingga pangkal leher. Ciri lain masih sama dengan kacer pada umumnya, dominasi warna hitam serta garis putih pada sayap dan ekor.

Ciri-ciri burung kacer yang punya mental tanding a.l :
1. Pada bagian kepala agak memanjang dengan bagian belakang membentuk sudut ( tidak bulat seperti burung merpati ). Jika anda menemui kacer yang berkepala bulat seperti merpati biasanya burung tersebut bego dan tidak bisa dijadikan "gaco".
2. Paruh yang tampak lurus atau sejajar dengan garis kepala bagian atas ( tidak "nyakil" = naik ke atas seperti buto cakil ). Jika anda menemui kacer semacam ini, dipastikan kacer tersebut berani tanding walaupun masih liar.
3. Terakhir, memiliki postur tubuh yang memanjang dan berdiri tegap.
Kriteria ciri2 kacer yg bagus pernah saya buktikan pada kacer dada putih milik tetangga yg dibeli dari Kalimantan dalam kondisi liar. Saya melihat kacer tersebut memenuhi kriteria kacer yg bagus . Maka saya sarankan untuk mencoba diadu dg kacer tasik yg sudah jadi. Hasilnya, kacer dada putih tadi langsung beraksi ketika bersanding dg kacer yg sudah jadi, padahal kondisinya masih liar dimana si kacer masih takut manusia, jadi tentu saja kami melihatnya sambil sembunyi.
Itulah ciri-ciri burung kacer yang pantas dijadikan "jago" untuk event lomba burung..

 
Demikian tips dari saya, semoga menambah wawasan bagi anda penggemar/ hobiis burung kicauan.

Update : Juara lomba kacer di pulau jawa kini didominasi oleh kacer dada putih sehingga pamor kacer yg satu ini naik dan melambungkan nilai burung tersebut. Pada saat saya tulis update ini, harga bakalan mencapai sekitar 180 ribu ( padahal dulu cuman 60 ribu ). Bisa dimakluni, karena kacer dada putih memiliki “power” pada suara kicaunya, sedangkan kacer dada hitam hanya memiliki suara yang melengking tetapi biasanya kicaunya lebih ber-ragam dari jenis lainnya.